Worship > Sunday Service > Sermon Archives > Pelayanan Kasih

Worship

Pelayanan Kasih

Pdt. Budy  Setiawan

Preacher: Pdt. Budy Setiawan
Date: Sunday, 26 May 2019

Bible reading: 2 Kor 8:1-9; 2 Kor 9:7

Melalui pembacaan Alkitab di atas kita memasuki seperti satu seri yang berkaitan dengan perkataan Tuhan Yesus kepada Pilatus bahwa “…Aku datang ke dalam dunia ini supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran…”. Dan Pilatus bertanya, “Apakah kebenaran itu?”

Kali ini kita akan melanjutkan pembahasan mengenai satu kebenaran di dalam mengumpulkan persembahan. Supaya kita dapat memberikan persembahan dengan prinsip dan motivasi yang benar. Seperti dalam pembacaan 2 Korintus 9:7: “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” Ini adalah salah satu motivasi yang ditegaskan di sini; bukan hanya berbicara mengenai persembahan kita tetapi motivasinya dan dengan prinsip seperti apa kita boleh memberi persembahan bagi pekerjaan Tuhan.

Secara khusus kita jarang sekali membicarakan tentang uang, tetapi hari ini kita akan berbicara tentang uang, harta karena sebenarnya memang Alkitab banyak sekali berbicara mengenai hal itu. Dalam Alkitab kurang lebih ada sepertiga pengajaran Kristus dalam kitab-kitab Injil yang berkaitan dengan uang, contohnya:

  • “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon” (Matius 6: 24)
  • “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.” (Matius 6:19-20).
  • Percakapan seorang muda yang kaya dengan Tuhan Yesus dalam Matius 19:16-26 yang berakhir dengan perkataan Tuhan Yesus “…pergilah, juallah segala milikmu  dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Enam belas dari 38 perumpamaan yang Tuhan Yesus ajarkan banyak berbicara tentang uang dan harta, seperti: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi”, “Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.” Talenta itu adalah uang, suatu jumlah yang besar. 1 talenta = 6000 dinnar, 1 dinnar adalah upah bekerja 1 hari. Jadi 1 talenta adalah upah bekerja untuk 6000 hari (20 tahun kerja).

Pembacaan Alkitab di atas adalah 2 pasal yang penting yang berbicara tentang prinsip persembahan yang benar kepada Tuhan. Konteks dari 2 Korintus pasal 8 adalah Paulus sedang berusaha mengumpulkan uang dari jemaat di Korintus untuk pelayanan kasih kepada orang-orang kudus di Yerusalem. Seperti dikatakan dalam 2 Kor 8:4: “Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus”.

Orang-orang kudus di Yerusalem sudah membagikan banyak berkat rohani kepada jemaat-jemaat di berbagai tempat termasuk di Korintus dan Makedonia namun mereka sangat membutuhkan dan miskin. Paulus mengumpulkan uang untuk membantu mereka. Paulus menulis surat kepada jemaat di Korintus, mendorong jemaat di Korintus untuk berbagian di dalam pelayanan kasih ini, khususnya dengan cara menjelaskan apa yang terjadi di Makedonia. Sebelumnya Paulus sudah ke gereja-gereja di Makedonia; mereka sudah mengumpulkan persembahan dan Paulus sedang membawa uang itu. Paulus mencatat bahwa apa yang terjadi di Makedonia itu adalah sesuatu yang indah, menggerakan hati, sesuatu yang boleh menjadi contoh bagi jemaat di Korintus dan juga tentu bagi jemaat di Gereja kita.

Mari kita melihat 5 ayat pertama dari 2 Korintus 8:

  • 2 Kor 8:1: “Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia”. Dalam ayat pertama ini Paulus sedang menceritakan tentang kasih karunia yang dianugerahkan, terjadi dan dialami oleh jemaat di Makedonia. Yang terjadi di gereja Makedonia adalah persembahan kasih yang begitu luar biasa yang semata-mata adalah pekerjaan kasih karunia Allah.
  • 2 Kor 8:2: “Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan”. Jemaat di Makedonia adalah jemaat yang menerima anugerah Tuhan yang besar tetapi bukan berarti mereka tidak mengalami penderitaan. Namun di tengah segala penderitaan dan kesulitan, sukacita mereka meluap. Inilah tanda orang yang menerima anugerah Tuhan yang ajaib: sukacita di tengah-tengah kesulitan dan penderitaan yang berat. Disini maksudnya adalah sukacita yang berakar dalam anugerah Tuhan, bukan sukacita yang berakar pada situasi yang kita alami. Ini adalah kunci untuk membuka peti harta karun yang berisi kemurahan hati. Tanpa mengerti anugerah Tuhan, tanpa mengerti kebaikan Tuhan yang terpancar dari sukacita itu maka tidak akan mungkin peti harta karun yang berisi kemurahan hati itu akan muncul dalam hidup kita. 

Meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Jadi bukan hanya menderita kesulitan, tetapi mereka juga sangat miskin. Walaupun demikian mereka tetap penuh dengan anugerah, mengalami anugerah Tuhan. Penderitaan dan kemiskinan mereka tidak hilang dan tidak dihapus tetapi mereka penuh dengan sukacita karena anugerah Tuhan tiba kepada mereka. Sukacita mereka ini muncul di dalam kekayaan dan kemurahan kepada jemaat yang membutuhkan di Yerusalem.

  • 2 Kor 8:3: “Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka”. Apa artinya memberi melampau kemampuan? Kita tidak mengerti secara detail, namun salah satu artinya adalah waktu mereka memberi, mereka mengambil resiko dan ada pengorbanan. Pasal ini di dalam terang pasal 8, 9 dan yang lainnya ini adalah bukan suatu perintah.

Di dalam2 Kor 8:8 Paulus mengatakan bahwa dia mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan dengan menunjukkan usaha jemaat Makedonia ini untuk membantu, Paulus mau menguji keikhlasan kasih mereka. Kita tidak diperintahkan untuk memberikan melampaui apa yang kita mampu, tetapi Paulus menuliskan apa yang terjadi di dalam jemaat Makedonia sebagai contoh orang-orang Kristen, anak-anak Tuhan yang sungguh-sungguh mengerti anugerah Tuhan yang besar yang sudah mereka alami dan untuk menguji keikhlasan kasih kita.

Prinsip persembahan/perpuluhan di dalam Perjanjian Baru adalah ekspresi kasih, sebagai respons akan anugerah Tuhan yang Tuhan telah berikan kepada kita.  Kalau ini adalah ekspresi kasih maka kita akan rela dan dengan sukacita memberikan. Biarlah kita boleh bertanggung jawab akan uang yang kita boleh berikan bagi pekerjaan Tuhan, akan uang yang Tuhan sudah berikan bagi kita dan bagaimana kita memakai uang ini karena hal ini menunjukkan hati kita; apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan.

  • 2 Kor 8:4: “Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus”. Mereka mengerti akan anugerah Tuhan dan bahwa memberikan persembahan itu adalah suatu privilege karena Tuhan adalah pemilik dari seluruh alam semesta yang tidak membutuhkan uang kita.
  • 2 Kor 8:5: “Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami”. Disini Paulus menjelaskan mengapa jemaat Makedonia bisa memberikan lebih banyak daripada apa yang Paulus harapkan. Mengapa demikian? Karena mereka pertama-tama memberikan diri mereka kepada Allah. Ini adalah respons mereka terhadap anugerah Tuhan yang telah terlebih dahulu diberikan kepada mereka. 2 Kor 8:9 menegaskan akan hal ini: “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.” 

Apakah artinya dari memberikan diri kita kepada Allah? Artinya adalah memberikan diri kita kepada umat Allah. Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama tidak bisa dipisahkan, melekat satu dengan yang lain.

Bagaimana kita memakai uang adalah salah satu indikasi yang sangat penting tentang kasih kita kepada Allah dan sesama.

Biarlah kita mengerti bahwa seluruh hidup kita adalah milik Tuhan dan minta Tuhan berikan bijaksana bagaimana kita memakai uang sesuai dengan yang Tuhan kehendaki.  

Summarised by Adrian Gandanegara | Checked by Matias Djunatan


Ringkasan Khotbah lainnya